Sabtu, 24 September 2011

Infeksi Masa Nifas

     Infeksi masa nifas adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman kedalam alat-alat genital pada waktu persalinan dan nifas. Demam nifas atau morbiditas puerperalis meliputi demam dalam masa nifas oleh sebab apapun.
     Morbiditas puerperalis ialah kenaikan suhu tubuh sampai 38
˚C atau lebih selama 2 hari dalam 10 hari pertama postpartum, dengan mengecualikan hari pertama.
 
1. Endometritis/Metritis
     Metritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu. Bila pengobatan terlambat atau kurang adekuat, dapat menjadi abses pelviks, peritonitis, syok septik, trombosis vena yang dalam, emboli pulmonal, infeksi pelvik yang menahun, dispareunia, penyumbatan tuba, dan infertilitas.
     Tanda dan gejala :

  • Peningkatan suhu tubuh secara persisten hingga 40˚C, bergantung pada keparahan infeksi.
  • Takikardi.
  • Menggigil dengan infeksi berat.
  • Nyeri tekan uteri menyebar secara lateral.
  • Nyeri panggul dengan pemeriksaan bimanual.
  • Lokea sedikit, tidak berbau, atau berbau tidak sedap.
  • Sel darah putih meningkat.

    Penanganan :
  • Berikan transfusi bila dibutuhkan.
  • Berikan antibiotika spektrum luas dalam dosis yang tinggi.
  • Ampisilin 2gr IV, kemudian 1gr setiap 6 jam ditambah Gentamicin 5mg IV dosis tunggal/hari dan Metronidazole 500mg IV setiap 8 jam.
    Lanjutkan antibiotika ini sampai suhu ibu tidak panas selama 24 jam.
  • Bila dicurigai adanya sisa placenta, lakukan pengeluaran (digital atau dengan kuretase). 

2. Peritonitis
     Tanda dan gejala :
  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Bising usus tidak ada.
  • Perut yang tegang.
  • Anoreksia, muntah.
     Penanganan :
  • Lakukan pemasangan selang nasogastrik bila perut kembung akibat ileus.
  • Berikan infus (NaCl atau RL) sebanyak 3000ml.
  • Berikan antibiotika sehingga suhu bebas panas selama 24 jam.
  • Ampisilin 2gr IV, kemudian 1gr setiap 6 jam, ditambah Gentamicin 5mg IV dosis tunggal/hari dan Metronidazole 500mg IV setiap 8 jam.

3. Bendungan ASI
     Bendungan payudara/ASI adalah peningkatan aliran vena dan limfe pada payudara dalam rangka mempersiapkan diri untuk laktasi. Hal ini bukan disebabkan overdistensi dari saluran sistem laktasi.
     Tanda dan gejala :

  • Nyeri payudara dan tegang.
  • Payudara yang mengeras dan membesar (pada kedua payudara) biasanya terjadi antara hari 3-5 pasca persalinan.
     Penanganan :
     Bila ibu menyusui bayinya :
  • Susukan sesering mungkin.
  • Kedua payudara disusukan.
  • Kompres hangat payudara sebelum disusukan.
  • Bantu dengan memijat payudara untuk permulaan menyusui.
  • Sanggah payudara.
  • Kompres dingin pada payudara diantara waktu menyusui.
  • Bila demam tinggi, berikan paracetamol 500mg per oral setiap 4 jam.
  • Lakukan evaluasi setelah 3 hari untuk mengetahui hasilnya.
     Bila ibu tidak menyusui bayinya :
  • Sanggah payudara.
  • Kompres dingin payudara untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
  • Bila diperlukan, berikan paracetamol 500mg per oral setiap 4 jam.
  • Jangan dipijat atau memakai kompres hangat pada payudara.
  • Pompa dan kosongkan payudara.

4. Mastitis
     Terjadi bila bendungan ASI tidak ditangani/diobati dan adanya infeksi.
     Tanda dan gejala :

  • Nyeri payudara dan tegang/bengkak.
  • Adanya inflamasi yang didahului bendungan.
  • Kemerahan yang batasnya jelas pada payudara.
  • Biasanya terjadi hanya pada satu payudara saja dan terjadi antara 3-4 minggu pasca persalinan.
     Penanganan :
  • Sanggah payudara.
  • Kompres dingin.
  • Bila diperlukan, berikan paracetamol 500mg/oral setiap 4 jam.
  • Ibu haru didorong menyusui bayinya.
  • Ikuti perkembangan 3 hari setelah pemberian pengobatan.

5. Abses Payudara
     Tanda dan gejala :

  • Payudara yang tegang dan padat kemerahan.
  • Pembengkakan dengan adanya fluktuasi.
  • Adanya pus/nanah.
     Penanganan :
  • Terdapat massa padat, mengeras dibawah kulit yang kemerahan.
  • Diperlukan anastesi umum (ketamin).
  • Insisi radial dari tengah dekat pinggir areola, kepinggir supaya tidak memotong saluran ASI.
  • Pecahkan kantung dengan klem jaringan atau jari tangan.
  • Pasang tampon, diangkat setelah 24 jam.
  • Berikan Kloksasilin 500mg setiap 6 jam selama 10 hari.
  • Sanggah payudara.
  • Kompres dingin.
  • Berikan Paracetamol 500mg setiap 4 jam sekali bila diperlukan.
  • Ibu dianjurkan tetap memberikan ASI walau ada pus/nanah.
  • Lakukan follow up setelah pemberian pengobatan selama 3 hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar